Agama Bukan Hasil Pemikiran Manusia

Persoalan apakah agama itu merupakan hasil pemikiran manusia, maka jawabannya sudah barang tentu, ialah bahwa ia bukan hasil pemikiran manusia; dan sebabnya adalah banyak. Agama-agama yang merata di dunia ini mempunyai ciri-ciri yang khas :

Pertama Menurut ukuran yang biasa, maka pembawa agama adalah orang-orang biasa. Mereka tidak mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang tinggi. Sungguhpun demikian, mereka berani memberikan ajaran, baik kepada orang-orang besar maupun orang-orang kecil; dan dalam waktu yang tertentu mereka dengan pengikut-pengikutnya meningkat dari kedudukan yang rendah sampai kepada kedudukan yang tinggi. Ini membuktikan bahwa mereka itu dibantu oleh kekuasaan yang maha agung.

Kedua Semua pembawa agama itu, adalah orang-orang yang sejak sebelum jadi nabi dihargai dan dinilai oleh masyarakatnya karena ketinggian budi pekertinya, sekalipun oleh orang-orang yang kemudian hari menjadi musuhnya, setelah mereka itu menyatakan tentang kenabiannya. Oleh karena itu, tidak masuk akal sama sekali, bahwa mereka yang tidak pernah dusta terhadap manusia, dengan serta merta berdusta terhadap Tuhannya. Pengakuan yang universal tentang kesucian dari kehidupannya, sebelum mereka itu menyiarkan agama yang mereka bawa, adalah suatu bukti tentang kebenaran pengakuan mereka. Alquran telah menekankan hal ini dengan menyatakan : “Katakahlah (Muhammad), Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak pula memberitahukannya kepadamu. Aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya (sebelum turun Alquran) apakah kamu tidka mengerti? (Yunus : ayat 16)

Ketiga Bahwa pembawa agama itu tidak mempunyai kekuasaan dan alat-alat yang pada umumnya dapat dikatakan menjamin kesuksesannya pmpinannya. Umumnya mereka sedikit sekali mengetahui tentang seni atau kebudayaan masanya. Sungguhpun demikian, apa yang mereka ajarkan adalah sesuatu yang lebih maju daripada apa yang ada dalam masa itu. Kemudian ajarannya dapat bertahan berabad-abad lamanya, mustahil orang yang tidak mengerti apa-apa kemudian ajaranya diterima dalam masa berabad-abad lamanya.

Keempat Pada dasarnya ajaran-ajaran mereka sangat bertentangan dengan pikiran-pikiran yang hidup masa itu. Apabila ajaran-ajarannya sama dengan pikiran-pikiran masa itu maka hal itu dapat dikatakan ajaran mereka itu merupakan pernyataan saja daripada pikiran-pikiran pada masa itu. Pertentangan yang sengit itu timbul menjadikan tempat penyiaran agama itu seolah-olah terbakar. Sungguhpun demikian, mereka yang menentang ajaran-ajaran itu akhirnya tunduk. Ini membuktikan bahwa pembawa-pembawa agama bukanlah orang-orang yang tidak memenuhi kehendak masanya, tetapi mereka merupakan nabi-nabi sebagaimana mereka mengakuinya.

Kelima Pendiri-pendiri agama itu semuanya membawa bukti-bukti atau mukjizat. Sejak permulaan mereka mengatakan bahwa ajaran mereka akan berhasil dan orang yang menentangnya akan hancur dengan sendirinya akibat dari kebenarannya. Padahal mereka tidak mempunyai kekuatan-kekuatan lahir ditambahkan lagi bahwa ajaran-ajaran mereka itu bertentangan dengan pikiran dan budaya serta kebiasaan di masanya. Meskipun mereka sudah tiada tetapi ajarannya selalu di pegang teguh dan dibangga-banggakan pengikutnya tidak seperti Napoleon atau Hitler sepeninggalannya selalu dicaci dan dimaki pengikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: