Perubahan Yang Dibawa Oleh Ajaran Muhammad Terhadap Bangsa Arab

Posted in Uncategorized on October 26, 2008 by autorefresh

Perubahan yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Terhadap bangsa Arab, meliputi segala segi dan bidang kehidupan. Apa yang telah dicapainya untuk kejayaan bangsanya itu merupakan suatu sukses besar yang menakjubkan dalam sejarah dunia. Dia bangkitkan bangsanya dari lembah kebodohan, untuk kemudian diserahi pengemban tugas suci yakni membawakan risalahnya (agama Islam) kepada seluruh umat manusia.

Sebab utama dari kemenangan yang besar itu terletak kepada kebenaran agama yang dibawanya, Agama yang diturunkan dari Allah, Agama Islam yang memuat ajaran-ajaran tentang kepercayaan, kemasyarakatan, politik dan lain-lain kesemuanya itu diterapkan oleh abi muhammad ke dalam kehidupan bangsa Arab. Karena itu pengaruh dan efek dari agama Islam nampak pula di berbagai segi dan bidang kehidupan bangsa Arab. secara ringkas dapatlah dikemukakan garis besar perubahan yang dibawa nabi Muhammad terhadap bangsa Arab sebagai berikut :

1. Segi Keagamaan

Bangsa Arab di zaman jahiliyah menyembah patung-patung dan batu-batu berhala dan mereka menyembelih hewan-hewan korban dihadapan patung-patung itu untuk memuliakannya. Mereka pada umumnya tenggelam dalam kemusyrikan dan dalam kehidupan yang berpecah belah serta saling bermusuhan dan bererang. Setiap sengketa yang timbul dikalangan mereka, mereka serahkan penyelesaiannya kepada pemimpin-pemimpin mereka. Kemudian datanglah Agama Islam yang membawa undang-undang dari Allah. Yakni Alquran yang mengatur kehidupan mereka baik yang mengenai hubungan antara individu-individu maupun yang mengenai kepercayaan, seperti kepercayaan kepada keesaan Allah, hari berbangkit, dan yang mengenai ibadah seperti : Puasa, shalat, zakat dan lain-lain. Kitab suci Alquran benar-benar telah menghidupkan jiwa bangsa Arab dan sudah pula berjalin menjadi satu jiwa dengan mereka. Dengan demikian bangsa Arab telah mencapai kebudayaan dan peradaban yang tinggi. Adalah satu yang unik dalam sejarahdunia., satu bangsa yang sederhana setelah menaklukkan bangsa-bangsa yang sudah berkebudayaan dia tidak luluh kedalam kebudayaan bangsa taklukkannya itu, bahkan dia telah memberi bentuk yang lebih positif kepada kebudayaan bangsa itu.

2. Segi Kemasyarakatan

Satu pengaruh yang menonjol dari Islam terhadap mental bangsa Arab ialah timbulnya kesadaran ana arti dan pentingnya disiplin dan ketaatan. Sebelum Islam keinsyafan yang demikian itu sangat tipis bagi mereka. Padahal untuk membina suatu masyarakat yang teratur dan tertib amat diperlukan disiplin dan kepatuhan kepada pimpinan, hal ini pada masa jahiliyah belum jelas kelihatan. Dalam mengatur masyarakat, Islam mengharamkan menumpahkan darah dan dilarangnya orang menuntut bela dengan cara menjadi hakim sendiri-sendiri seperti zaman jahiliyah, tetapi Islam menyerahkan penuntutan bela itu kepada pemerintah. Bahkan Islam meletakkan dasar-dasar umum masyarakat yang mengatur hubungan antar individu dengan individu, antara individu dengan kelompoknya, antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat yang lainnya, hukum keluarga sampai pada soal bernegara. Islam yang pertama-tama mengangkat derajat wanita; memberikan hak-hak kepada wanita sesuai dengan kewanitaannya. Islam menegakkan pula ajaran persamaan antara manusia dan memberantas perbudakan.

3. Segi Politik

Bangsa Arab sebelum Islam hidup bersuku-suku (kabilah-kabilah) dan berdiri sendiri-sendiri, satu sama lain kadang-kadang saling bermusuhan. Mereka tidak mengenal rasa ikatan nasional; yang ada pada mereka hanyalah ikatan kabilah. Dasar perhubunagn dalam kabilah itu ialah pertalian darah. Rasa ashbiyah (kesukuan) amat kuat danmendalam pada mereka, sehingga bilamana terjadi salah seorang diantara mereka teraniaya, maka seluruh angota-anggota kabilah itu akan bangkit membelanya, semboyan mereka “Tolong saudaramu baik dia menganiaya atau teraniaya”.

Sesudah bangsa Arab memeluk agama Islam kekabilahan itu ditinggalkan, dan timbullah kesatuan persaudaraan dan kesatuan agama, yaitu kesatuan umat manusia dibawah satu naungan panji kalimat sahadah. Dasar pertalian darah diganti dengan dasar pertalian agama. Demikian yang bangsa Arab yang tadinya hidup bercerai-berai, berkelompok-kelompok, berkat agama Islam mereka menjadi satu kesatuan bangsa, kesatuan umat, yang mempunyai pemerintahan pusat, dan mereka tunduk pada satu hukum yaitu hukum Allah dan RasulNya.

Agama Bukan Hasil Pemikiran Manusia

Posted in Uncategorized on October 25, 2008 by autorefresh

Persoalan apakah agama itu merupakan hasil pemikiran manusia, maka jawabannya sudah barang tentu, ialah bahwa ia bukan hasil pemikiran manusia; dan sebabnya adalah banyak. Agama-agama yang merata di dunia ini mempunyai ciri-ciri yang khas :

Pertama Menurut ukuran yang biasa, maka pembawa agama adalah orang-orang biasa. Mereka tidak mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang tinggi. Sungguhpun demikian, mereka berani memberikan ajaran, baik kepada orang-orang besar maupun orang-orang kecil; dan dalam waktu yang tertentu mereka dengan pengikut-pengikutnya meningkat dari kedudukan yang rendah sampai kepada kedudukan yang tinggi. Ini membuktikan bahwa mereka itu dibantu oleh kekuasaan yang maha agung.

Kedua Semua pembawa agama itu, adalah orang-orang yang sejak sebelum jadi nabi dihargai dan dinilai oleh masyarakatnya karena ketinggian budi pekertinya, sekalipun oleh orang-orang yang kemudian hari menjadi musuhnya, setelah mereka itu menyatakan tentang kenabiannya. Oleh karena itu, tidak masuk akal sama sekali, bahwa mereka yang tidak pernah dusta terhadap manusia, dengan serta merta berdusta terhadap Tuhannya. Pengakuan yang universal tentang kesucian dari kehidupannya, sebelum mereka itu menyiarkan agama yang mereka bawa, adalah suatu bukti tentang kebenaran pengakuan mereka. Alquran telah menekankan hal ini dengan menyatakan : “Katakahlah (Muhammad), Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak pula memberitahukannya kepadamu. Aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya (sebelum turun Alquran) apakah kamu tidka mengerti? (Yunus : ayat 16)

Ketiga Bahwa pembawa agama itu tidak mempunyai kekuasaan dan alat-alat yang pada umumnya dapat dikatakan menjamin kesuksesannya pmpinannya. Umumnya mereka sedikit sekali mengetahui tentang seni atau kebudayaan masanya. Sungguhpun demikian, apa yang mereka ajarkan adalah sesuatu yang lebih maju daripada apa yang ada dalam masa itu. Kemudian ajarannya dapat bertahan berabad-abad lamanya, mustahil orang yang tidak mengerti apa-apa kemudian ajaranya diterima dalam masa berabad-abad lamanya.

Keempat Pada dasarnya ajaran-ajaran mereka sangat bertentangan dengan pikiran-pikiran yang hidup masa itu. Apabila ajaran-ajarannya sama dengan pikiran-pikiran masa itu maka hal itu dapat dikatakan ajaran mereka itu merupakan pernyataan saja daripada pikiran-pikiran pada masa itu. Pertentangan yang sengit itu timbul menjadikan tempat penyiaran agama itu seolah-olah terbakar. Sungguhpun demikian, mereka yang menentang ajaran-ajaran itu akhirnya tunduk. Ini membuktikan bahwa pembawa-pembawa agama bukanlah orang-orang yang tidak memenuhi kehendak masanya, tetapi mereka merupakan nabi-nabi sebagaimana mereka mengakuinya.

Kelima Pendiri-pendiri agama itu semuanya membawa bukti-bukti atau mukjizat. Sejak permulaan mereka mengatakan bahwa ajaran mereka akan berhasil dan orang yang menentangnya akan hancur dengan sendirinya akibat dari kebenarannya. Padahal mereka tidak mempunyai kekuatan-kekuatan lahir ditambahkan lagi bahwa ajaran-ajaran mereka itu bertentangan dengan pikiran dan budaya serta kebiasaan di masanya. Meskipun mereka sudah tiada tetapi ajarannya selalu di pegang teguh dan dibangga-banggakan pengikutnya tidak seperti Napoleon atau Hitler sepeninggalannya selalu dicaci dan dimaki pengikutnya.

Tuhan Adalah Esa

Posted in Uncategorized on October 25, 2008 by autorefresh

Dunia kini telah maju. Orang tidak perlu berusaha untuk membuktikan bahwa apabila dunia ini mempunyai pencipta, maka ia harus pencipta yang Esa. Tuhan dari orang-orang Israil, Tuhan dari orang-orang Hindu, Tuhan dari negeri Tiongkok dan Tuhan dari negeri Iran adalah tidak berlainan. Juga Tuhan dari orang-orang Mongol dan Tuhan orang-orang Semit adalah tidak berbeda. Tuhan adalah Esa (satu), dan hukum yang mengatur dunia ini juga satu hukum, dan sistem yang menghubungkan satu bagian dari dunia ini dengan lainnya adalah juga satu sistem.

Ilmu pengetahuan memberikan keyakinan, bahwa semua perubahan-perubahan alami dan mekanis dimana saja, adalah pernyataan hukum yang sama, dunia ini hanya mempunyai satu prinsip, ialah : Gerak, sebagaimana pernyataan ahli-ahli filsafat materialis. Atau dunia ini mempunyai satu pencipta . Apabila demikian halnya, maka pernyataan seperti Tuhan pada orang-orang Israil, Tuhan orang-orang Arab, Tuhan orang-orang Hindu adalah tidak berarti sama sekali. Tetapi apabila Tuhan itu satu, mengapa di dunia ini mempunyai banyak agama? Apakah agama-agama itu hasil pemikiran otak manusia menyembah Tuhannya sendiri?, apabila agama-agama itu bukan merupakan hasil pemikiran manusia, mengapa ada perbedaan antara satu agama dengan agama yang lainnya? Apabila dulu ada alasan tentang adanya perbedaan ini. Apakah dewasa ini masih tepat bahwa perbedaan-perbedaan itu terus berlangsung?…….

salam…….

Kitab Weda Adalah Kitab Untuk Sesuatu Golongan

Posted in Uncategorized on October 25, 2008 by autorefresh

Diantara pengikut-pengikut Weda, maka membaca kitab weda itu menjadi hak khusus bagi kasta yang tinggi saja. Demikianlah, maka Gotama Risyi’ berkata : ” Apabila orang Sudra kebetulan mendengarkan kitab Weda dibaca, maka adalah kewajiban raja untuk mengecor cor-coran timah dan malam dalam kupingnya; apabila seorang sudra membaca mantra-mantra Weda maka raja harus memotong lidahnya, dan apabila ia berusaha untuk membaca weda, maka raja harus memotong badanya. (Gotama Smarti : 12).

Agama Kong Hu Cu dan agama Zoroaster adalah juga agama-agama nasional. Kedua agama itu tidak berusaha untuk mengajarkan ajaran-ajaranya ke seluruh dunia. Juga mereka tidak berusaha untuk mengembangkannya dalam daerah yang luas. Orang Hindu menganggap negeri India sebagai negeri pilihan bagi Tuhannya, demikian juga agama Kong Hu Cu menganggap negeri Tiongkok satu-satunya kerajaan Tuhan. Dalam hal ini, ada dua jalan untuk menyelesaikan pertantangan antara satu agama dengan yang lainnay itu, yaitu bahwa orang percaya bahwa Tuhan itu banyak, atau Tuhan itu Esa (satu). Dan kalau orang percaya bahwa Tuhan itu Esa, maka orang harus mengganti agama yang berbeda-beda itu dengan ajaran yang bisa meliputi seluruhnya.

Nabi Isa as. diutus untuk sesuatu kaum tertentu

Posted in Uncategorized on October 25, 2008 by autorefresh

Dalam Alquran Surat Ali Imran, ayat 49 dinyatakan : “Dan sebagai Rasul Kepada Bani Israil…”

Hal ini dibuktikan juga oleh ayat-ayat dalam Injil :

“Maka kata Daud kepada Abigail : Segala puji bagi Tuhan, Allah orang Israil, sebab disuruhkannya engkau mendapatkan aku pada hari ini. (1 Samuel 25 : 32).

Dan lagi titah baginda demikian : Segala puji bagi Tuhan, Allah orang Israel, yang mengaruniakan pada hari ini seorang yang duduk diatas tahta kerajaanku, sehingga mataku sendiri telah melihatnya. (1 Raja-raja 1 : 48).

Segala Puji Bagi Tuhan, Allah orang Israil, daripada kekal datang kekal. Maka hendaklah segenap orang banyak mengatakan Amin Segala Puji Bagi Tuhan! (1 Kitab Tawareh 16 : 26).

Maka kata baginda : Segala puji bagi Tuhan, Allah orang Israil, yang telah berfirman dengan mulutnya kepada ayahku Daud, dan yang sudah menyampaikan Dia dengan tanganya, firmannya. (1 Kitab Tawareh 6 : 4).

Yesus juga menganggap dirinya sebagai Nabi untuk bani Israil, Apabila ada orang lain mendekati dia maka ia mengusirnya. Dalam Matius XV : 21-26, orang dapat membaca : Maka Yesus keluarlah dari sana, serta berangkat ke jajahan Tsur dan Sidon. Maka adalah seorang perempuan Kanani datang dari jajahan itu , serta beteriak, katanya : Ya Tuhan, ya anak Daud, kasihanilah hamba ; karena anak hamba yang perempuan dirusak setan terlalu sangat. Tetapi sepatah katapun tiada di jawab oleh Yesus kepada perempuan itu. Maka datanglah muridnya meminta kepadanya, serta berkata : Suruhlah perempuan itu pergi, karena ia berteriak-teriak di belakang kita. Maka jawab Yesus katanya : Tidaklah aku disuruh kepada yang lain hanya kepada segala domba yang sesat diantara Bani Israil. Maka datanglah perempuan itu sujud menyembah dia, Katanya : Ya Tuhan , tolonglah hamba !. Tetapi jawab Yesus, katanya : Tiada patut diambil roh dari anak-anak lalu menyampaikan kepada anjing.

PERLUNYA AL-QURAN DITURUNKAN

Posted in Uncategorized on October 25, 2008 by autorefresh

Sewaktu Alquran diturunkan pada empat belas abad yang lalu, di dunia sudah terdapat banyak agama dan banyak kitab yang dianggap suci oleh pengikut-pengikutnya. Di sekitar negara Arab terdapatlah orang-orang yang percaya kepada Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru. Banyak orang-orang Arab yang menjadi Nasrani atau condong ke arah agama Nasrani. Diantara orang-orang Arab itu ada juga yang memeluk agama Yahudi. Diantara mereka yang memeluk agama Yahudi adalah penduduk madinah sendiri, seperti Ka’ab bin Asyraf seorang kepada suku di Madinah dan musuh Islam. Di Mekah sendiri disamping budak-budak yang beragama nasrani terdapat juga orang-orang mekah yang condong kepada agama nasrani. Waraqah bin Naufal paman dari Khadijah, istri pertama dari Nabi Muhammadn saw, juga memeluk agama Nasrani. Ia Paham bahasa Ibrani dan menerjemahkan kitab Injil dari bahasa Ibrani ke Bahasa Arab.

DI sebuah ujung lain negara Arab, hiuplah orang-orang Persia yang juga mempercayai seorang nabi dan sebuah kitab suci. Sekalipun Kitab Zend Avesta telah mengalami perubahan-perubahan oleh tangan manusia, tetapi kitab itu masih masih dianggap suci oleh beratus ribu pengikutnya dan suatu negeri yang kuat menjadi pendukungnya. Adapun di India maka kitab Weda dipandang suci beribu-ribu tahun lamanya. Di situ juga ada kitab Gita dari Shri Krisna dan ajaran Budha. Agama Konghu Cu menguasai negeri Tiongkok, tetapipengaruh Budha makin hari makin meluas di negeri itu.

Dengan adanya kitab-kitab yang dipancang suci oleh pengikutnya dan ajaran-ajaran itu, apakah dunia ini memerlukan Kitab Suci yang lain lagi? Inilah sebenarnya satu pertanyaan yang ada pada setiap orang yang mempelajari Alquran. Jawabannya bisa diberikan beberapa bentuk :

Pertama : Apakah adanya berbagai agama itu, tidak terjadi alasan yang cukup untuk datangnya agama yang baru lagi untuk semua?

Kedua : Apakah akal manusia itu tidak mengalami proses evolusi sebagaimana badannya? dan karena evolusi fisik itu akhirnya mencapai bentuk yang sempurna, apakah evolusi mental dan rohani itu tidak menuju kearah kesempurnaan yang terakhir, yang sebenarnya merupakan tujuan daripada adanya manusia itu?

Ketiga : Apakah agama-agama yang dulu itu dianggap ajaran-ajaran yang dibawanya itu ajaran-ajaran terakhir? apakah mereka tidak mengharapkan perkembangan kerohanian yang terus menerus? Apakah mereka tidak selalu memberitahukan kepada pengikut-pengikutnya tentang akan datangnya utusan terakhir yang akan menyatukan seluruh umat manusia dan membawa mereka ke arah tujuan yang terakhir?

Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas adalah menrupakan jawaban yang mengharuskan supaya Alquran diturunkan, sekalipun sudah ada kitab-kitab yang dianggap suci oleh umat-umat yang dahulu.

Bukankah perbedaan antara agama yang satu dengan yang lainnya itu sudah cukup menjadi alasan akan perlu datangnya ajaran yang baru lagi sebagai agama terakhir……….

KEDUDUKAN ILMUAN DALAM ISLAM

Posted in Uncategorized on October 25, 2008 by autorefresh

Dalam ajaran islam sangat menghargai manusia berilmu sebagaimana Alquran itu telah menjelaskan Surah Al Mujaadilah Ayat 11 bahwa : Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

sedangkan dalam pembahasan Alquran sering menggunakan perumpamaan ini adalah salah satu tanda bahwa Allah menginginkan hambanya untuk berfikit sebagaimana dalam Alquran Surah Al ‘Ankabuut Ayat 43 : Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.

karena sesungguhnaya sebagai Firman Allah Surah Al ‘Ankabuut Ayat 49 Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim.

salam…